Berita Nasional

Beda dengan Patrick Kluivert, Gaya Main John Herdman Disebut Cenderung Lebih Fleksibel dan Sering Eksperimen Taktik di Lapangan

harianmojokerto.com | JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menunda agenda perkenalan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia, pada Senin, 12 Januari 2026.

Sebelumnya, perkenalan resmi John Herdman dijadwalkan berlangsung hari ini di Hotel Mulia, Jakarta.

Kini, federasi sepak bola nasional itu menggeser acara tersebut, pada Selasa, 13 Januari 2026 mendatang.

Kondisi cuaca di wilayah Jabodetabek yang diguyur hujan hampir sepanjang hari disebut menjadi salah satu faktor penundaan.

Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji mengungkapkan kondisi fisik Herdman juga disebut belum sepenuhnya fit.

“Diundur menjadi besok. (John Herdman) kurang fit. Tempatnya tetap sama,” ujar Sumardji kepada awak media di Jakarta, pada Senin, 12 Januari 2026.

Belakangan, nama John Herdman memang sedang ramai menjadi perbincangan sebagian publik sepak bola Tanah Air usai secara resmi menggantikan pelatih pendahulunya, Patrick Kluivert.

Kendati belum diperkenalkan secara resmi, pembahasan ihwal gaya kepelatihan Herdman telah mulai dibongkar perlahan oleh sejumlah pengamat sepak bola nasional.

Salah satunya datang dari pengamat, Bung Harpa yang menilai Herdman memiliki ciri khas berbeda dibanding pelatih Timnas Indonesia di era sebelumnya.

Telebih, Herdman disebut berpotensi membawa perubahan gaya bermain yang cukup signifikan bagi Tim Garuda.

Beda dengan STY dan Kluivert

Dalam siniar YouTube pribadinya yang tayang pada 20 Desember 2025 lalu, Bung Harpa pernah membahas gaya kepelatihan John Herdman tidak bisa disamakan dengan pelatih-pelatih Timnas Indonesia terdahulu, termasuk Patrick Kluivert maupun Shin Tae-yong (STY).

Harpa menilai, Herdman memiliki pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak terpaku pada satu skema permainan.

“Gayanya dia ini berbeda dengan pelatih-pelatih sebelumnya, termasuk Patrick Kluivert dan Shin Tae-yong,” ujarnya.

Pundit kenamaan itu lantas menyoroti, kecenderungan Herdman yang kerap melakukan improvisasi dalam menyusun strategi.

Karakter tersebut dinilai menjadi kekuatan utama sang pelatih, terutama dalam merespons situasi saat laga di atas lapangan.

“Dia itu sangat improvisasi,” ungkap Harpa.

Dinilai Mirip Pep Guardiola

Bukan soal penampilan, tapi gaya permainan Herdman disebut mirip dengan filosofi pelatih Pep Guardiola yang kini menukangi klub Inggris, Manchester City.

Harpa menyebut, keduanya disebut sama-sama gemar melakukan perubahan taktik dan eksperimen strategi, bergantung pada kekuatan lawan yang dihadapi.

“Karakternya itu mirip-mirip Pep Guardiola, selalu berubah, sering berubah,” terangnya.

“Sering eksperimen, dan kadang itu sangat dipengaruhi oleh lawannya,” imbuh Harpa.

Diprediksi Bakal Sering Rombak Taktik

Terkait filosofi permainan Herdman yang cenderung fleksibel, Harpa memperkirakan Herdman akan banyak melakukan improvisasi jika nantinya benar-benar menukangi Timnas Indonesia.

Harpa menjelaskan, perubahan taktik di tengah pertandingan hampir pasti menjadi ciri permainan tim di bawah asuhan Herdman.

“Banyak improvisasi yang akan dilakukan, kemungkinan besar ya,” sebutnya.

Kendati demikian, Harpa juga menegaskan kemampuan improvisasi pelatih harus diimbangi kesiapan pemain.

Terlebih, adaptasi cepat dinilai menjadi kunci agar perubahan strategi tidak justru mengganggu ritme permainan tim. (ist)